Magetan, 8 September 2025 – Dalam suasana hening dini hari, tepat pukul 01.00 WIB, anak asuh dan pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Magetan melaksanakan Sholat Gerhana Bulan (Khusuful Qamar) secara berjamaah.

Kegiatan ibadah ini dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan pengamalan sunnah Rasulullah SAW ketika terjadi fenomena alam berupa gerhana. Sholat berlangsung khusyuk, dipimpin oleh salah satu anak asuh, kemudian dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat tentang keagungan ciptaan Allah serta peringatan agar manusia memperbanyak dzikir, doa, dan amal shalih.
Dalam khutbahnya, disampaikan bahwa gerhana bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia agar kembali kepada-Nya.

Para anak asuh diingatkan untuk tidak menganggap gerhana sebagai hal yang menakutkan atau sekadar peristiwa biasa, melainkan momentum untuk memperkuat iman. Melalui sholat gerhana, setiap muslim diajak untuk memohon ampunan, memperbanyak doa, dan meningkatkan amal kebaikan.
Pelaksanaan sholat gerhana berlandaskan pada hadits Rasulullah SAW:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah sholat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda lahir atau wafatnya seseorang, sebagaimana anggapan sebagian masyarakat Arab dahulu. Namun, gerhana adalah tanda kebesaran Allah yang harus disikapi dengan ibadah, bukan rasa takut yang tidak berdasar.
Perintah Nabi SAW dalam hadits ini jelas:
-
Berdoa kepada Allah, agar diberi keselamatan dan ampunan.
-
Bertakbir, memperbanyak dzikir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
-
Mendirikan sholat gerhana, yang menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
-
Bersedekah, sebagai wujud kepedulian sosial dan penyempurna amal shalih.
Dengan demikian, sholat gerhana bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu di alam ini berjalan sesuai kehendak Allah SWT.
Kegiatan sholat gerhana yang dilaksanakan oleh anak asuh dan pengasuh LKSA Muhammadiyah Magetan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengingat agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga setiap peristiwa alam yang terjadi menjadikan hati semakin tunduk dan penuh rasa syukur atas kebesaran-Nya.
